Tuesday, June 13, 2017

Soal dan jawaban pemuatan perkapalan


  • A. Apakah yang di maksud dengan strowage factor? yaitu jumlah ruangan dalam M3 yang dibutuhkan untuk memuat muatan seberat 1 (satu) ton.
  • B. Tujuan mengetahui nilai SF yaitu: untuk mengetahui berapa banyak dan jenis muatan yg dpt dimuat dlm satu ruang muat.
    C. Hubungan BJ suatu benda dengan SF benda tersebut, sesuai dengan rumus :SF=1/BJ (benda) bila BJ dapat diketahui maka SF benda dpt dihitung/dicari(sebaliknya)
  • Prinsip- prinsip pemuatan itu ada 5 yaitu:
    - Melindungi kapal yaitu menciptakan suatu keadaan dimana dlm pelaksanaan kegiatan pengaturan dan penanganan muatan kapal senantiasa dlm kondisi yg baik,aman serta layak laut.
    - Melindungi muatan yaitu merupakan tangungjawab pihak2 pengangkut terhadap keselamatan muatan yang dimuat dari suatu pelbhan ke pelbhan tujuan dengan aman sebagaimana kodisi muatan seperti saat penerimaannya.
    - Melindungi ABK dan buruh yaitu menyangkut atas keselamatan jiwa ABK dan buruh dalam melaksanakan kegiatanya selalu terhindar dari segala bentuk resiko yang mungkin/ dapat terjadi yang berasal/ akibat dari pelaksanaan bongkar muat.
    - Pemanfaatan ruang muat semaksimal mungkin yaitu pengaturan muatan yang dilakukan sedemikian rupa sehinggaruang muat yang tersedia dapat di isi dengan muatan sebanyak mungkindan ruang muat yang tidak terpakai dapat ditekan sekecil mungkin.yaitu penguasaan ruang rugi (BS).
    - Bongkar muat secara cepat, teratur dan sistematis yaitu menciptakan suatu proses kegiatan bongkar muat yang efisien dan efektif dalam penggunaan waktu serta biaya dan juga untuk menghindari terjadinya :
    - Long hatch.
    - Over carriage.
    - Over stowage.
  • Sebuah palka memiliki Bale capacity 324 m3 akan dimuati hingga penuh dgn tiga jenis muatan A,B,C.BS diketahui 10%.Muatan A =152.5 ton SF = 1.327 m3/ton.Muatan B percolly berukuran 0,75 m x0,9 m x 0,6 m dengan berat percolli 254.25 kg. Muatan B menggunakan 3/5 bagian dari ruangan yang digunakan oleh muatan C. Muatan C memiliki BJ = 0.5.Hitung berat masing2 muatan.
     Jawab.
        Voleme muatan B = 0,75 x 0,9 x 0,6 =0,405 m3
        SF B                      = 1000/ berat (g) x Volume
                                         1000/254,25 x 0,405               =  1.592 m3/ton
        SF C                               = 1/bj                 1/0,5       =  2 m3/ton
        Volume ruang muat                                             =  324 m3
        Bs                          = 10%  (324 M3)                          =  32,4m3(-)
         Vol Effectif                                                                =   291,6m3
        Vol A       =  TsA x SF A
                             152,5 ton x 1,327 m3/ ton                    =  202,36 m3
        VB  + VC   =  Vol efektif –VA
                         =  291,6 -202,36  = 89,24 m3
        Muatan  B  =  3/8 x 89,24       =  33,46   m3
        Muatan  C  =  5/8 x 89,24       =  55,77  m3
        TB           =  VLB/SF B          
                         =  33,46/1,592      = 21 ton
        TC           =  VLC/SF C
                         =  55,77/2             = 27,8 ton
Jadi berat masing2 muatan yaitu ;
Muatan  A   =  152, 5 tonMuatan  B   =   21 tonMuatan  C   =   27, 8 ton
A. Persiapan 2 yang dilakukan untuk ruang muat sebelum menerima muatan yaitu pembersihan ruang muat dan pemeriksaan ruang muat.
B. Hal2 yang di perhatikan dalam perbersihan ruang muat yaitu :
                1. Mengeluarkan sisa2 dan bekas2 muatan terdahulu termasuk  
                    sisa2 bekas penerapan.
                2. Menyapu bersih dan debu2 ruangan.
                3. Membersihkan got2 dari kotoran2 yang menyumbat saringan  
                    dan pipa2 hisapnya.
                4. Ruangan yang sudah bersih di cuci dengan air tawar (jika
                    ruangan berbau) cucian di berikan campuran bahan kimia.
                5. Air cucian di kuras dan di keringkan.
                6. Menjalankan ventilasi ruang muat.
C. Yang melakukan pengecekan/pemeriksaan terhadap ruang muat yaitu Mualim I, jika perlu dengan seorang Surveyor dengan menggunakan daftar periksa(check list). Hal2 yang di perhatikan yaitu :
            -  Keadaan ruang muat (bersih,kering,berbau,kering)
            -  Adanya penerapan tetap.
            -  Sistem pembuangan dan saringan berfungsi dengan baik.
            -  Adanya penerangan ruang muat dan kelengkapanya.
            -  Adanya tangga/jalan masuk ke ruang muat yang utuh dan  
                baik.
            -  Adanya alat penemu asap yang berfungsi dengan baik.
            -  Adanya sistem peranginan berfungsi dengan baik.
            -  Penutup palka (hatch cover) yang kedap air.
            -  Setelah kegiatan pemeriksaan tersebut lalu di jurnalkan.
  • Yang bertanggung jawab membuat strowage plan yaitu oleh Mualim I dan juga di buat oleh pihak CARRIER yang bertujuan sebagai bahan informasi mengenai muatan yang berada di dalam masing2 ruang muat.
  • 3 hal pokok yang harus diperhatikan dlm menyusun rencana pemuatan yaitu :
    - Berat dan volume dari muatan tersebut sehingga muatan yang berat di bawah dan yang ringan berada diatas.
    - Jenis dari muatan tersebut berbahaya atau mempunyai bentuk khusus.
    - Pelabuhan tujuan dari tiap2 muatan tersebut yaitu mencegah over stowage.
  • Kapal dengan sisa DWT 1625 ton memiliki ruang muat 2160 m3 akan memuat muatan A = 274 ton dengan SF = 1, 89. Muatan B dengan SF = 0, 81 dan C dengan SF = 1, 62. Dalam pemuatan muatan A memiliki BS = 2% Muatan B & C memiliki BS = 8%. Agar kapal dapat full & down adalah :
        Daya angkut        T  =  1625 ton
        Volume ruang muat =  2160 m3
        Vol Muatan A          =  274 x 1.89                 = 517.86 m3
        BS A                       =  2%  x 517.86             = 10.36   m3 +
        Ruang muat eff A                                     = 528.22 m3  
        Ruang muat B&C (2160-528.22)             = 1631.78 m3
        Sisa tonnage (1625-274)                          = 1351    m3
        Vol effektif kpl (1631. 78  x  8%)           = 130. 5
                                          (1631. 78 - 130.  5)               = 1501.24 m3
        (0. 81  x  TB) +  (1. 62  x  TC)                                = 1501.24
                    TB      +       TC                            = 1351.00       (persamaan)
        0. 81  x  TB    +  1. 62  x  TC                   = 1501.24
        0. 81  TB        +  0. 81  TC                       = 1094.31 –
                                  0. 81  TC                       = 406. 93
                                                        TC           = 406.93/ 0.81
                                                                        = 502.38 ton.
                                                        TB           = 1351 – 502.38
                                                                        = 848.62 ton
  • Kapal dengan summer draft 7. 2 m displacement 14225 ton TPC = 16. Sedang muat di pelbhan sungai di daerah tropis dengan BJ= 1.005 jarak pelabuhan kelaut lepas = 610 mil. Selama pelayaran di alur tsb menggunakan BB 25 ton/hari, kecepatan rata2 = 12 knots. Dilaut akan membuang sampah 7 ton draft sebelum muat 6.15 m. Penggunaan lain2 diabaikan. Hitung draft kapal waktu bertolak dan berapa ton muatan dapat di muat secara maksimal.
            Jawab.
        Sarat di sungai = 7. 2 + (1/48 x 7. 2) = 7. 35 m
        FWA        =          W        =    (14225)  
                                40 x TPC       (40 x 16)
                        =   22. 2 cm = 0. 22 m
        DWA       =   22. 2 x 20/25      = 0. 18 m

        MAX draft di sungai                                = 7.35 m
        DWA                                       = 0.18 m +
        Penambahan sarat                    = 7.53 m ( Draft Kapal waktu tolak )
        Draft sebelum muat                 = 6.15 m –
        Selisih sarat                             = 1. 38 m = 138 cm
        TPC di air payau                      = (1.005/1.025) x 16
                                                        = 15. 68.
        Penambahan berat di laut         = 15. 68 x 138
                                                        = 2163. 84 ton
        Penentuan waktu (Jarak/speed)                = 610/12
                                                        = 50. 8/24 = 2.117 hari.
        Pemakaian BB (2.117 x 25)     = 53 ton/hari
        Jumlah muatan yang dapat dimuat yaitu :
        Muatan di bawa                       = 2163. 84 ton
        Sampah                                    =      7  ton
        BB                                           =      53     ton +
                  TOTAL                                        =  2223.84  tonnes

Kode Isyarat Internasional

Penjelasan Tentang Kode Isyarat Internasional
Kode isyarat internasional pada dasarnya dimaksudkan untuk memberikan cara-cara dan sarana - sarana berkomunikasi dalam situasi yang ada hubungannya dengan keselamatan pelayaran dan orang-orang khususnya apabila terdapat kesulitan bahasa . kode ini juga diadakan dengan memperhatikan kenyataan bahwa frekuensi radio telegraphy cukup tinggi terutama ketika tidak ada kesulitan dalam bahasa. oleh karena itu diwajubkan oleh suatu aturan yang sederhana agar komunikasi dapat dilakukan secara efektif tanpa kendala.
  1. pengelompokan kode isyarat internasional.
    Agar kode isyarat ini dapat dilaksanakan secara effektif perlu diadakan suatu pengelompokan kode isyarat, adapun pengelompokon kode isyarat terdiri dari :
    a. Isyarat huruf tunggal
    Isyarat ini terdiri dari satu huruf, diperuntukan keadaan yang sangat mendesak (urgent), penting atau digunakan untuk berita yang sangat umum.
    b. Isyarat dua huruf
    erdiri dari dua huruf, diperuntukan untuk berita -berita distress atau emergency sesuai yang terdapat dalam “chapter 2 section 1 international” code of signals”
    c. Isyarat tiga huruf yang diawali dengan huruf “M” diperunttikan untuk berita berita medis sesuai yang terdapat dalam chapter 3 international code of signal.
  2. Prinsip dasar kode isyarat internasional
    Prinsip dasar dari kode ini adalah bahwa setiap bentuk isyarat harus memiliki pengertian yang lengkap prinsip ini berlaku untuk semua kode yang ada, sehingga dalam hal-hal tertentu jika dianggap perlu dipergunakan ”pelengkap (complement) yang mempergunakan. angka bulat untuk melengkapi kelompok kelompok kode yang telah ada.
    Pemakaian “pelengkap” berupa angka bulat diperuntukan sebagai berikut:
    a. Sebagai variasi dalam menjelaskan arti isyarat dasar. Contoh:
    CP = Saya (atau kapal yang ditunjukan) sedang mendekat untuk menolong anda
    CP1 = kapal terbang SAR datang untuk menolong anda
    b. Untuk bertanya berkenaan dengan subyek yang sama atau bertanya sehubungan isyarat dasarnya. Contoh:
    DY = kapal (nama atau call sign) sudah tenggelam pada lintang dan bujur.
    DY 4 = berapa kedalam air ditempat tenggelamnya kapal itu ?
    c. Untuk menjawab pertanyaan atau permintaan berkenaan dengan isyarat dasarnya.
    Contoh :

    HX = apakah anda mendapat suatu kerusakan dalam tubrukan?.
    HX1 = saya mendapat kerusakan berat diatas garis air.
    d. untuk menambah atau memberi informasi yang lebih rinci. Contoh :
    IN = saya membutuhkan seorang juru selam
    IN1 = saya membutuhkan seorang juru selam untuk melepaskan gangguan pada baling-baling.
    Pelengkap- pelengkap muncul didalam teks berita hanyalah satu kali dan ada beberapa yang muncul lebih dari satu kali, ini hanya dipergunakan bila tercantum didalam teks isyarat.
    Contoh :
    MTD 32 = anda seharusnya memberikan aspirin.
    MQE 26 = Diagnosis saya kemungkinan adalah oystitis.
    Teks berita yang ada terkadang terdapat tanda kurung, hal ini menunjukan :
    a.Pilihan antara dua , misalnya : “(atau pesawat penyelamat )”
    b.Pemberitahuan yang mungkin dikirimkan jika diminta atau disediakan misalnya (menunjukan posisi jika diperlukan ).
    c. Penjelasan dari isi berita .
    Kode isyarat internasional digolongkan menurut subjek kalimat dan artinya sedangkan kode-kode isyarat yang ditunjukan pada lajur sebelah kanan pada buku international code of signal dipergunakn untuk mempermudah pengkodean.

    Contoh :
CODE
MEANING
CROSS REFERENCE
SP
SW
Take the way off your vessel
lam taking in , or discharging , or
carrying dangerous goods
M
B

Definisi Yang Terdapat Pada Kode Isyarat Internasional 
Isyarat visual (visual signaling), ialah suatu metode komunikasi yang pengirimannya dapat dilihat dengan nyata. 
Isyarat bunyi (Sound signaling) adalah suatu metode pemberian isyarat morse dengan menggunakan serine, suling, slompret, genta ataqu alat bunyi lainnya. 
Originator adalah pejabat yang memerintahkan terkirimnya suatu berita. Isyarat identitas (Identity signal) atau call sign adalah kelompok huruf dan angka yang diberikan kepada setiap stasion oleh administrasi pemerintahnya. 
Stasion asal (Station of origin) adalah stasion dimana originator mengirimkan suatu isyarat untuk dipancarkan, tanpa memperhatikan metode komunikasi yang digunakan. 
Stasion (station) adalah sebuah kapal, pesawat terbang, pesawat penyelamat atau suatu tempat, yang mana komunikasi dapat dilakukan dengan apapun juga. 
Stasion pemancar (Transmiting stasion) adalah stasion dimana isyarat benar-benar dibuat dan dipancarkan. 
Stasion tujuan (Station of distination ) adalah stasion yang mana isyarat telah diterima oleh sitertuju. 
Stasion penerima (Receiving station) adalah stasion yang mana isyarat dapat dibaca dengan nyata.
Prosedur isyarat (Prosedur) menunjukan peraturan yang dibuat untuk penyelenggaraan isyarat.
Si tertuju (Addressee) adalah pejabat kepada siapa isyarat tersebut dialamatkan.
Isyarat prosedur (Procedur signal) adalah suatu isyarat dibuat untuk memudahkan penyelenggaraan isyarat. 
Waktu asal (Time of Origin) adalah waktu dimana isyarat diperintahkan untuk dikirim.
Tali pemisah (Tackline) adalah seutas tali bendera yang panjangnya kira kira 6 kaki ( dua meter), dipergunakan untuk memisahkan setiap kelompok bendera.
Kelompok (Group) menunjukan satu atau lebih huruf atau angka yang bersama sama membentuk suatu isyarat. 

 TABEL EJAAN HURUF PHONETIK

Huruf
Kode kata
Pengucapan kode kata dalam
BAHASA INGGRIS
BAHASA FRANCHIS
A
Alfa
AL   FAH
AL   FAH
B
Brafo
BRANCH   VOH
BRA   VO
C
Charlie
CHAR   LEE ATAU
TCHAH   LI  atau


SHAR  LEE
CHAR   LI
D
Delta
DELL   THA
DEL  TAH
E
Echo
ECK   OH
EK   OH
F
Foktrot
FOKS   TROT
FOX  TROTT
G
Golf
GOLF
GOLF
H
Hotel
HOH   TELL
HO   TELL
I
India
IN   DEE   AH
IN   DI  AH
J
Julieth
JEW  LEE  ETT
DJOU   LI  ETT
K
Kilo
KEY   LOH
KI   LO
L
Lima
LEE   MAH
LI   MAH
M
Mike
MIKE
MA   IK
N
November
NO  VEM   BER
NO  VEM  BER
O
Oscar
OSS CAH
OSS  KAR
P
Papa
PAH  PAH
PAH   PAH
Q
Quebec
KEH  BECK
KE   BEK
R
Romeo
ROW   ME OH
RO  MI O
S
Sierra
SEE AIR  RAH
SI  ER  RAH
T
Tanggo
TANG  GO
TANG  GO
U
Uniform
YOU NEE  FROM atau
YOU  NIE  FORM


OO  NEE   FORM
OU  NI   FORM
V
Victor
VIK   TAH
VIK    TAR
W
Wishkey
WISS  KEY
OUISS  KI
X
X - ray
ECKS  RAY
EKSSRE
Y
Yankee
YANG   KEY
YANG  KI
Z
Zulu
ZOO   LOO
ZOU   LOU

Popular Posts